Kuota SNMPTN 2012 Ditambah


Kabar gembira bagi yang mengincar kursi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Pasalnya, kuota Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 akan ditambah. Rektor Universitas Lampung (Unila) Sugeng P Harianto disela-sela penyelenggaraan hari pertama SNMPTN tulis kemarin (12/6) mengatakan, kuota yang semula 164.697 kursi kini ditambah sebanyak 10 persen atau sekitar 16.500 kursi.

"Ini juga termasuk kuota penerimaan mahasiswa baru di Unila yang juga akan bertambah sebesar 10 persen dari kuota semula. Dari sejumlah 1.614 kursi akan ditambah sekitar 162 kursi yang akan disalurkan dalam kuota penerimaan SNMPTN Tulis," ujar Rektor.

Ia menjelaskan, penambahan kuota ini karena jumlah pendaftar SNMPTN tahun 2012 mengalami lonjakan atau naik 14 persen apabila dibandingkan dengan tahun 2011 lalu. Yakni, jumlah pendaftar SNMPTN tahun 2011 mencapai 540.593 orang sedangkan untuk tahun ini, pendaftar SNMPTN meningkat menjadi 618.804 peserta.

Guru Besar Fakultas Pertanian Unila ini menjelaskan, ditambahkannya kuota SNMPTN juga sebagai bentuk upaya pemerintah memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para pendaftar atau calon mahasiswa baru. Selama ini dirasakan kuota yang tersedia belum mampu menampung seluruh calon mahasiswa di PTN.

Dengan demikian tahun ini Unila akan menerima sekitar 4.197 mahasiswa baru dengan rincian 20 persen dari SNMPTN Undangan (807 mahasiswa), 40 persen SNMPTN Tulis (1.776 mahasiswa). Sementara 1.814 mahasiswa baru lainnya akan disalurkan dalam Penerimaan Mahasiswa Perluasan Akses Pendidikan (PMPAP) dan Ujian Masuk Lokal (UML).

Sementara terkait pelaksanaan SNMPTN Tulis hari pertama, Humas Panlok SNMPTN Bandar Lampung Muhammad Komarudin menuturkan secara umum pelaksanaan tes di 28 lokasi pada 595 ruang ujian berjalan lancar. Sebanyak 1.268 pengawas dikerahkan untuk mengawasi 17.622 peserta ujian. Yakni sejumlah 6.402 (IPA), 7.304 (IPS), dan 4.026 (IPC).

Namun Komarudin mencatat terdapat 30-an peserta tidak membawa Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN), Ijazah ataupun Surat Keterangan Lulus (SKL) dari sekolah yang bersangkutan. "Untuk mereka ini kita tunggu sampai besok. Jika tetap tidak bisa membawa ke lokasi ujian maka hasil ujian mereka tidak akan diproses," papar Komarudin.

Ia mengemukakan, SNMPTN Tulis tahun ini lebih ketat dari tahun tahun sebelumnya. Selain mengacak nomor pendaftaran peserta, panitia pusat tahun ini menggunakan empat paket soal ujian dimana pada tahun sebelumnya hanya dua paket. Kemudian pembagian soal dilakukan secara sistematis dan terkomputerisasi.

Artinya, terang Komarudin, komputer pengoreksi nantinya akan menilai apakah peserta mengerjakan soal sesuai dengan ruang dan jenis paket yang seharusnya dikerjakan. Hal ini dilakukan untuk mencegah praktik perjokian. "Joki kini tidak bisa lagi mengerjakan soal dengan identitas diri di LJK dengan data diri orang lain," urainya.

Tidak hanya itu, lanjut Komarudin, gerak-gerik peserta yang mencurigakan seperti mencontek, menggunakan alat komunikasi seperti telepon genggam, tidak membawa identitas berupa kartu ujian ataupun hal-hal mencurigakan lainnya akan direkam diberita acara ujian yang kini juga terkomputerisasi. "Langsung dibulatkan dan komputer tidak akan memroses LJK yang bersangkutan," tandasnya. [Mutiara]

Posting Komentar

0 Komentar