Acara AIESEC Diadakan Pada Tanggal 15 Februari 

Di Fakultas Ekonomi Universitas Lampung


Di acara tersebut terdapat pelajar yang mengikuti study exchange, mereka dari empat negara berbeda yaitu ada New Zealand yang benama Bianca, Tanzania benama Renata, Korea benama Dji won, dan China bernama Yung hi. Masing-masing dari mereka memperkenalkan kebudayaan mereka dari negaranya masing-masing. Sesuai acara AIESEC pada hari sabtu kemarin meliputi Study exchange participant community, Korea hanbok, exchange fair,  speech competition from school partner,  TN taker performance, China town.
Penampilan pertama yaitu dari Korea, Dji won memperkenalkan kebudayaannya yang dikenal dengan negara yang banyak boyband or girlband, dia juga menanyakan kepada pengunjung hari itu bahwa apakah kalian mengenal Big Bang? SNSD? Tentu saja banyak yang tahu, para audience pun menjawab of course, we know. Dji won menceritakan tentang keindahan-keindahan yang ada di negara Korea. Lalu makanan-makanan khas korea, dan juga rumah-rumah kerajaan disana, dan juga pakaian khas Korea yang kita kenal dengan Hanbok. Dji won saat performance memakai pakaian hanbok dan benar-benar cantik. Dan ternyata dia sangat menyukai Afgan dan di akhir performance dia menyanyikan salah satu lagu afgan “Jodoh Pasti Bertemu” kata Dji Won afgan tampan, smart.  Dan dia juga sempat manari dengan salah satu audience dan juga Bianca dari New Zealand mereka menarikan Gangnam style. Dia juga membuka stan yang berisi makanan seperti mie dari korea, juga asesoris, dll. Itu semua diperkenalkan kepada kita agar kita juga mengerti kebudayaan mereka. Ada juga jika kita ingin mengambil foto dengannya juga diizinkan, Dji won sangat ramah, malah dia yang menawarkan ingin foto atau tidak.
Penampilan kedua yaitu Renata mahasiswi dari Tanzania, dia memperkenalkan bagaimana kebudayaan Tanzania itu sendiri, makanan khas, dan juga pakaian khas di Tanzania. Dan dia menanyakan apakah kami mengetahui Tanzania atau tidak. selain dari penampilannya juga renata menyiapkan stan yang isinya barang-barang dari negaranya. Di stannya terdapat batu asli yag terdapat di film Narnia, juga terdapat kain yang tepat ditengah kain itu terdapat foto obama yang dijait sendiri oleh ibunya, dan terdapat juga foto-foto seperti foto singa salah satunya yang merupakan binatang yang paling banyak terdapat disana. Ada juga kalung yang dipakai untuk tarian dari negaranya, dan juga baju dan rok khas Tanzania. Renata termasuk orang yang ramah karena ia selalu mengajak bercanda ketika audience main ke stannya untuk bertannya. Ketika diwawancarai ternyata ia mengetahui sambal seruit, dan dia sangat menyukai sambal seruit, dan sempat jalan-jalan ke Mutun juga.
Penampilan ketiga yaitu dari China yaitu Georgia. Terlihat tomboy tetapi cantik ia memperkenalkan kebudayaan China, dan tempat-tempat China yang indah, makanan, juga rumah khas China, dia juga mengatakan bahwa di negaranya itu mayoritas beragama Budha-Hindu. Ketika saya mewawancarainya dia sampai ke Lampung ini sekitar seminggu terakhir Januari, dan dia juga ingin ke Jakarta, Bali. Pokoknya dia juga ingin sekali keliling Indonesia, sayangnya dia kurang suka seruit dia hanya suka ayamnya saja katanya, selama di Lampung mereka jalan-jalan bersama anak-anak AIESEC, jadi selama di Lampung juga bule China ini tidak mau ketinggalan untuk memjelajahi Provinsi Lampung. Dan menurutnya kebudayaan Provinsi Lampung sangat menyenangkan. Dan juga disini sangat sering sekali melihat orang “Salim” .
Acara keempat juga ada Bianca dari New Zealand. Bianca ini sangat tinggi tapi berisi juga badannya, tidak jauh beda dengan bule tiga tadi, Bianca juga memperkenalkan kebudayaan negaranya, member tahu dimana saja tempat-tempat yang indah di Newzeeland, dan menanyakan apakah kami tertarik untuk mengunjungi negaranya. Dan dia juga sempat bilang bahwa jika Newzeeland itu bagian dari Australia, itu semua bohong, newzeeland ya newzeeland. Saat perform Bianca memakai pakaian khas Tanzania milik Renata, dan ketika perform ke depan dia juga sempat memanggil renata untuk member contoh kepada audience bagaimana cara bersalaman orang New Zealand. Dan ketika diwawancarai ternyata Bianca sangat tidak suka dengan durian karena baunya yang tidak enak katanya, dan juga tidak suka dengan seruit. Dan dia juga sangat menikmati kebudayaan di Lampung, dan sama dengan bule China tadi yang paling dia hapal adalah cara orang-orang menghormati disini adalah “Salim” katanya.
Sesudah acara performance dari keempat bule tadi, mereka menarikan tarian bedana. Walaupun agak acak-acakan tapi tetep salut karena mereka belajarnya benar-benar dadakan, mereka latihan di taman budaya Lampung. Ketika di akhir acara semua panitia AIESEC dan juga keempat mahasiswi study exchange melakukan menari bersama, biar menghilangkan lelah.

Posting Komentar

0 Komentar