Tingkatkan Kualifikasi Lulusan, Unila Sosialisasikan KKNI


IMG_3293-1

(Unila) : Universitas Lampung (Unila) menggelar sosialisasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Jumat (14/2). Kegiatan yang dilangsungkan di Ruang Senat Lantai II Rektorat ini ditujukan untuk menyinergikan kompetensi lulusan dari lembaga pendidikan sehingga bisa setara dengan kualifikasi ketenagakerjaan.
Sosialisasi yang dibuka langsung Pembantu Rektor I Prof. Dr. Hasriadi Mat Akin, M.P., ini menghadirkan Dr. Megawati Santoso selaku narasumber dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Turut hadir dalam kegiatan, direktur pascasarjana, para dekan dan pembantu dekan, asisten direktur pascasarjana, dan para ketua jurusan/program studi di lingkungan Unila.
Hasriadi saat membuka kegiatan mengatakan, perguruan tinggi harus mengimplementasikan KKNI dalam kurikulum pendidikan tinggi sebagai salah satu proses pengetahuan pendidikan dan pelatihan tenaga kerja. “Saat ini KKNI harus diimplementasikan pada kurikulum kita sehingga kompetensi lulusan bisa setara dengan kualifikasi tenaga kerja,” ujarnya.
Dalam pemaparannya Dr. Megawati menguraikan, KKNI merupakan target nasional. Yakni suatu solusi strategi untuk menguatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya bangsa Indonesia. Dengan kerangka kualifikasi, diharapkan menghasilkan petinggi-petinggi bukan hanya berbasis level tapi juga demand agar dapat diproduksi sebagai tenaga kerja.
Latar belakang yang mendasari diselenggarakannya KKNi di antaranya menjamurnya perguruan tinggi di Indonesia dengan standar lulusan yang bervariasi, penamaan program studi yang tidak tertata, serta tantangan global yang dilihat sebagai kesempatan Indonesia untuk lebih mengembangkan kualifikasi pendidikan menuju level yang lebih baik.
KKNI merupakan penjenjangan capaian pembelajaran atau kompetensi lulusan yang menyetarakan luaran bidang pendidikan formal, informal, atau pengalaman kerja dalam rangka pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. Di antaranya science, skills, knowledge, dan know how.
Sedangkan parameter deskripsi kualifikasi KKNI sendiri dirumuskan dalam sikap dan tata nilai, kemampuan di bidang kerja, pengetahuan yang dikuasai, serta hak/wewenang dan tanggung jawab.
“KKNI adalah solusi strategis dalam rangka menghadapi globalisasi Asia Tenggara hingga WTO. Jika Indonesia tidak memiliki parameter kerangka kualifikasi maka akan ada masalah karena kita akan bertukar dengan negara lain. Harus ada spesifikasi kemampuan lulusan. Kalau diploma level 5, sarjana level 6, dan doktor level 9,” kata Mega yang juga menjabat sebagai team leader Indonesian Qualifications Framework ini.
Sesuai dengan ideologi negara dan budaya bangsa Indonesia, maka implementasi sistem pendidikan nasional dan sistem pelatihan kerja yang dilakukan pada setiap level kualifikasi mencakup proses yang menumbuhkembangkan beberapa afeksi. Antara lain, bertaqwa kepada Tuhan YME, memiliki moral, etika, dan kepribadian yang baik dalam menyelesaikan tugas, berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air serta mendukung perdamaian dunia.
Kemudian mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial juga kepedulian tinggi terhadap masyarakat dan lingkungan. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, kepercayaan, dan agama serta pendapat atau temuan orisinil orang lain. Terakhir, menjunjung tinggi penegakan hukum.
“Untuk itu beberapa hal yang perlu dibenahi mulai dari internal perguruan tinggi. Di antaranya membenarkan penamaan program studi supaya dikenal secara internasional hingga penyelenggaraan pendamping ijazah bukan hanya dikdas tapi juga pendidikan informal di luar universitas,” tandas Mega.
sumber: http://www.unila.ac.id/

Posting Komentar

0 Komentar