Seminar Geofisika Universitas Lampung


Seminar ini membahas tentang seismic processing dengan pemateri Muhammad Amri Satria, yang bertempat di gedung Teknik Sipil.
Pemrosesan awal data seismik perlu dilakukan oleh penganalisa proses setiap kali dilakukan pemrosesan data. Jika kesalahan tidak terdeteksi pada pemrosesan awal maka kesalahan tersebut tidak dapat teridentifikasi pada proses selanjutnya dan akan mengakibatkan hasil tampilan yang buruk. Beberapa hal yang dilakukan dalam pemrosesan awal data seismik antara lain :

Demultiplex
Biasanya data seismik dari lapangan (field tape) masih ada dalam format multipleks dan ditampilkan dalam bentuk common shot gather, oleh karena itu perlu dilakukan perubahan dari format urutan waktu (time sequential) ke urutan trace (trace sequential). Jika dalam pengukuran di lapangan digunakan gain maka data harus dikembalikan ke amplitudo aslinya dengan cara menerapkan fungsi inversi gain sesuai dengan nilai gain yang tertera pada field tape.
• Tape yang kotor
• Nilai BPI (bit per inci) yang berbeda-beda akibat berubah-ubahnya kecepatan field reel selama pengukuran
• Tape yang rusak atau teregang (stretched)
• Tape yang miring (skewed)
Dalam pemrosesan awal data seismik, trace harus diedit dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
• Polaritas dan urutan channel.
• Geometri shot dan kabel.
• Noise kabel.
• Noise alat.
• Kesalahan alat.
• Kesalahan pada sumber.
• Noise yang dibuat manusia.
Editing biasanya dilakukan dengan cara menghapus trace atau seluruh rekaman data. Muting adalah editing yang dilakukan hanya pada bagian-bagian suatu trace seismik, tidak pada seluruh trace. Kesalahan alat biasanya terdeteksi oleh test alat. Contoh pada gambar di bawah menunjukkan data sebelum dan sesudah melewati proses editing.
Level noise dari suatu sinyal bolak-balik (AC) atau searah (DC) dicek pada beberapa gain setting yang berbeda. Tiap channel dianalisa pada gain minimum atau maksimum. Level rms dari tiap channel dan level rms dari puncak absolut tiap channel juga dihitung. Untuk sinyal yang sempurna tanpa noise, rasio dari kedua level rms adalah 1.414.
File yang akan diuji direkam dari input oscillator dengan suatu selang gain tertentu. Level rms yang terekam akan dianalisa untuk menentukan akurasi dalam toleransi tertentu yang diperlukan. 
Suatu sinyal DC direkam dengan menggunakan suatu selang gain tertentu sehingga nilai sinyal yang terekam akan berkisar antara 4096 sampai sekitar 65536. Data yang terekam dianalisa untuk mengetahui adanya deviasi dari nilai yang diharapkan.
Proses ini membaca data yang sudah diedit dan menganalisa tiap channel secara terpisah untuk menentukan harmonik amplitudo.
Proses ini menguji respon frekuensi dari tiap channel perekaman kemudian menghitung respon frekuensi median. Respon impuls untuk tiap channel kemudian dibandingkan dengan median channel dan dihasilkan persen perbedaannya.
Proses ini adalah penjumlahan dari semua trace bernomor sama dari satu set shot gather yang berurutan. Misalnya trace 2 adalah hasil dari penjumlahan seluruh trace bernomor 2 dari satu set shot gather.
Proses ini menggabungkan data yang terpisah pada tape yang berbeda. Pada set data yang sudah digabung, trace-trace dinomor ulang dan dilakukan pergeseran waktu untuk mengkompensasi perbedaan waktu nol dari dua set tape yang berbeda.

Koreksi skew (suatu kondisi dimana bit menulis tidak lurus terhadap pita magnetik dan terjadi deviasi track dari posisi sebenarnya yang menghasilkan pergeseran waktu antara channel) juga harus diterapkan.
Masalah-masalah pada Pemrosesan Field Tape
Editing
Analisa Noise 
Akurasi Gain AC
Akurasi Gain DC
Distorsi Harmonik
Perbandingan Respon Impuls Channel
Penjumlahan Vertikal
Penggabungan Trace

Posting Komentar

0 Komentar