Nyeruwit, Makan Bareng Ala Lampung

 

Bagi masyarakat Lampung, seruit bukan sekadar makanan. Seruit adalah simbol yang menegaskan kebersamaan. Kebersamaan ini sudah tertanam berabad-abad  di Sang Bumi Ruwai Jurai (sebutan untuk bumi Lampung), sehingga proses akulturasi budaya berlangsung mulus di bumi Lampung yang di sebut juga Sang Bumi Ruwai Jurai.

Provinsi Lampung  tak hanya dianugerahi alam yang memesona dan budaya yang adiluhung. Orang Lampung yang punya falsafah Piil Pesenggiri juga terkenal ramah dan welcome, salah buktinya daerah ini menjadi pilot proyek transmigrasi di era penjajahan Belanda dengan sebutan kolonisasi yang dilauching pada tahun 1905 dengan tujuan pertama desa Bagelen.
Selain itu, Orang Lampung juga punya sifat terbuka dan menghormati pendatang. Untuk itu orang Lampung juga punya tradisi cuak mengan (makan bersama) dengan  menu utama (main menu) seruit. Aktivitas makan bersama ini sering disebut   mengan nyeruwit bejamou alias  lebih dikenal dengan istilah nyeruwit.

Kuliner nyeruwit merupakan budaya makan masyarakat Lampung. Tradisi nyeruwit ini telah berlangsung secara turun-menurun dari nenek moyang mereka dan hingga kini masih tetap dipelihara oleh sebagian besar masyarakatnya.
Tradisi ini khas dari baik dari segi bahan bahan baku,rasa, cara makan, dan waktu konsumsi. Bahan baku berupa sambal terasi yang lezat, makan dengan tangan dengan suasana penuh keakraban, dan cocok dinikmati kapan saja menjadikannya benar-benar khas. Tradisi ini mewariskan kearifan lokal karena semua bahan baku dan teknologinya serba lokal. Dilihat dari bahan bakunya nyeruwit diyakini bergizi tinggi.

Masakan khas Lampung adalah seruit, yaitu masakan ikan digoreng atau dibakar dan dicampur dengan sambel terasi, tempoyak (olahan durian) ataupun mangga kuwini. Jenis ikan adalah ikan sungai seperti belida, baung, layis dll, ditambah lalapan. Sedangkan minumannya adalah serbat, terbuat dari jus buah mangga kwini.
Hidangan lalapan dalam sambal seruit bisa bervariasi, namun di Lampung dikenal berbagai jenis tumbuhan yang cocok menjadi bahan lalapan. Selain timun, petai, kemangi, kol dan tomat. Namun tersedia pula lalapan jagung muda, papaya, daun singkong dan adas.



Sumber : http://muslimnnegarawan.blogspot.com
 

Posting Komentar

0 Komentar