Selain Puasa, di Bulan Ramadhan Ternyata ada Ladang Pahala Lainnya

Sunah puasa ada enam :
Mengakhirkan sahur sampai akhir waktu malam, selama tidak dikhawatirkan terbit fajar.
Segera berbuka puasa bila benar-benar matahari terbenam.
Memperbanyak amal kebaikan, terutama menjaga shalat lima waktu pada waktunya dengan berjamaah, menunaikan zakat harta benda kepada orang-orang yang berhak, memperbanyak shalat sunat, sedekah, membaca Al-Qur'an dan amal kebajikan lainnya.
Jika dicaci maki, supaya mengatakan: "Saya berpuasa," dan jangan membalas mengejek orang yang mengejeknya, memaki orang yang memakinya, membalas kejahatan orang yang berbuat jahat kepadanya; tetapi membalas itu semua dengan kebaikan agar mendapatkan pahala dan terhindar dari dosa.
Berdo'a ketika berbuka sesuai dengan yang diinginkan. Seperti membaca do'a :
"Ya Allah hanya untuk-Mu aku beupuasa, dengan rizki anugerah-Mu aku berbuka. Mahasuci Engkau dan segala puji bagi-Mu. Ya Allah, terimalah amalku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui "
Berbuka dengan kurma segar, jika tidak punya maka dengan kurma kering, dan jika tidak punya cukup dengan air. 

Sumber: Kompasiana.com
Jarang sekali saya membuat note bertema religius karena merasa kapasitas saya dalam ilmu dan pengamalan agama masih sangat rendah. Namun dalam bulan istimewa ini, saya berusaha minimal membuat satu note (mudah-mudahan bisa lebih) tentang ibadah puasa Ramadhan. Dalam sebuah kitab agama, saya pernah membaca tentang rutinitas sehari-hari seorang ulama besar pada masanya selama bulan Ramadhan. Karena beliau adalah seorang alim, maka amalannya mungkin akan sangat sulit untuk diikuti dan ditiru orang awam seperti kita. Karenanya saya berinisiatif membuat modifikasi sedemikian rupa sehingga pola pengaturan waktu yang dibuat ulama tersebut bisa ditiru, namun tetap tidak terasa memberatkan bagi orang kebanyakan. Setelah selesai berbuka puasa dan shalat magrib secara berjamaah, sebaiknya menyempatkan diri walau sebentar untuk membaca Al-Quran. Waktu itu bisa dipergunakan untuk melanjutkan tilawah yang sudah ada, atau untuk membaca surat-surat dan ayat-ayat khusus yang memiliki fadhilah tertentu, sebelum kemudian bersiap-siap untuk melakukan shalat Tarawih di masjid. Usahakan agar bisa melakukan shalat Tarawih secara berjamaah di masjid setiap malam agar syiar Ramadhan bisa lebih terasa. Biasanya sesudah pelaksanaan shalat Isya atau sesudah shalat Tarawih akan ada sedikit taushiah. Maka sebaiknya kita menyimaknya dengan baik, karena diluar Ramadhan belum tentu ada kesempatan untuk bisa mendengarkan ceramah agama sesering dan serutin selama bulan puasa. Selepas Tarawih, sempatkanlah bertadarrus minimal satu juz saja, karena membaca Al-Quran adalah amalan yang sangat digalakkan selama berpuasa, apalagi di waktu malam. Selama malam-malam Ramadhan biasanya ada yang bertadarrus di masjid atau menasah sampai menjelang waktu sahur. Itu bisa membantu memotivasi dan menjaga semangat kita dalam bertilawah di rumah. Selanjutnya segeralah beristirahat dan mempersiapkan diri untuk bangun sahur. Jika terbangun untuk sahur satu jam sebelum imsak misalnya, maka pergunakan setengah jam untuk shalat Tahajjud dan setengah jam lagi untuk makan sahur. Jika diberi taufik untuk bangun lebih awal, maka kita bisa mempergunakan waktu yang lebih panjang untuk bertahajjud. Selepas makan sahur, sambil menunggu shubuh teruskan membaca Al-Quran atau berwirid hingga azan berkumandang. Sebaik-baik zikir diwaktu sahur adalah membaca istighfar, karena disebutkan dalam Al-Quran bahwa salah satu ciri orang yang shalih adalah mereka memohon ampunan (istighfar) diwaktu sahur. Kemudian tunaikan shalat Shubuh secara berjamaah lalu lanjutkan dengan berzikir dan berwirid hingga terbit matahari.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sadanfairus/cara-memanfaatkan-waktu-di-bulan-ramadhan_55087b7da333115e312e394a
Jarang sekali saya membuat note bertema religius karena merasa kapasitas saya dalam ilmu dan pengamalan agama masih sangat rendah. Namun dalam bulan istimewa ini, saya berusaha minimal membuat satu note (mudah-mudahan bisa lebih) tentang ibadah puasa Ramadhan. Dalam sebuah kitab agama, saya pernah membaca tentang rutinitas sehari-hari seorang ulama besar pada masanya selama bulan Ramadhan. Karena beliau adalah seorang alim, maka amalannya mungkin akan sangat sulit untuk diikuti dan ditiru orang awam seperti kita. Karenanya saya berinisiatif membuat modifikasi sedemikian rupa sehingga pola pengaturan waktu yang dibuat ulama tersebut bisa ditiru, namun tetap tidak terasa memberatkan bagi orang kebanyakan. Setelah selesai berbuka puasa dan shalat magrib secara berjamaah, sebaiknya menyempatkan diri walau sebentar untuk membaca Al-Quran. Waktu itu bisa dipergunakan untuk melanjutkan tilawah yang sudah ada, atau untuk membaca surat-surat dan ayat-ayat khusus yang memiliki fadhilah tertentu, sebelum kemudian bersiap-siap untuk melakukan shalat Tarawih di masjid. Usahakan agar bisa melakukan shalat Tarawih secara berjamaah di masjid setiap malam agar syiar Ramadhan bisa lebih terasa. Biasanya sesudah pelaksanaan shalat Isya atau sesudah shalat Tarawih akan ada sedikit taushiah. Maka sebaiknya kita menyimaknya dengan baik, karena diluar Ramadhan belum tentu ada kesempatan untuk bisa mendengarkan ceramah agama sesering dan serutin selama bulan puasa. Selepas Tarawih, sempatkanlah bertadarrus minimal satu juz saja, karena membaca Al-Quran adalah amalan yang sangat digalakkan selama berpuasa, apalagi di waktu malam. Selama malam-malam Ramadhan biasanya ada yang bertadarrus di masjid atau menasah sampai menjelang waktu sahur. Itu bisa membantu memotivasi dan menjaga semangat kita dalam bertilawah di rumah. Selanjutnya segeralah beristirahat dan mempersiapkan diri untuk bangun sahur. Jika terbangun untuk sahur satu jam sebelum imsak misalnya, maka pergunakan setengah jam untuk shalat Tahajjud dan setengah jam lagi untuk makan sahur. Jika diberi taufik untuk bangun lebih awal, maka kita bisa mempergunakan waktu yang lebih panjang untuk bertahajjud. Selepas makan sahur, sambil menunggu shubuh teruskan membaca Al-Quran atau berwirid hingga azan berkumandang. Sebaik-baik zikir diwaktu sahur adalah membaca istighfar, karena disebutkan dalam Al-Quran bahwa salah satu ciri orang yang shalih adalah mereka memohon ampunan (istighfar) diwaktu sahur. Kemudian tunaikan shalat Shubuh secara berjamaah lalu lanjutkan dengan berzikir dan berwirid hingga terbit matahari.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sadanfairus/cara-memanfaatkan-waktu-di-bulan-ramadhan_55087b7da333115e312e394a
Jarang sekali saya membuat note bertema religius karena merasa kapasitas saya dalam ilmu dan pengamalan agama masih sangat rendah. Namun dalam bulan istimewa ini, saya berusaha minimal membuat satu note (mudah-mudahan bisa lebih) tentang ibadah puasa Ramadhan. Dalam sebuah kitab agama, saya pernah membaca tentang rutinitas sehari-hari seorang ulama besar pada masanya selama bulan Ramadhan. Karena beliau adalah seorang alim, maka amalannya mungkin akan sangat sulit untuk diikuti dan ditiru orang awam seperti kita. Karenanya saya berinisiatif membuat modifikasi sedemikian rupa sehingga pola pengaturan waktu yang dibuat ulama tersebut bisa ditiru, namun tetap tidak terasa memberatkan bagi orang kebanyakan. Setelah selesai berbuka puasa dan shalat magrib secara berjamaah, sebaiknya menyempatkan diri walau sebentar untuk membaca Al-Quran. Waktu itu bisa dipergunakan untuk melanjutkan tilawah yang sudah ada, atau untuk membaca surat-surat dan ayat-ayat khusus yang memiliki fadhilah tertentu, sebelum kemudian bersiap-siap untuk melakukan shalat Tarawih di masjid. Usahakan agar bisa melakukan shalat Tarawih secara berjamaah di masjid setiap malam agar syiar Ramadhan bisa lebih terasa. Biasanya sesudah pelaksanaan shalat Isya atau sesudah shalat Tarawih akan ada sedikit taushiah. Maka sebaiknya kita menyimaknya dengan baik, karena diluar Ramadhan belum tentu ada kesempatan untuk bisa mendengarkan ceramah agama sesering dan serutin selama bulan puasa. Selepas Tarawih, sempatkanlah bertadarrus minimal satu juz saja, karena membaca Al-Quran adalah amalan yang sangat digalakkan selama berpuasa, apalagi di waktu malam. Selama malam-malam Ramadhan biasanya ada yang bertadarrus di masjid atau menasah sampai menjelang waktu sahur. Itu bisa membantu memotivasi dan menjaga semangat kita dalam bertilawah di rumah. Selanjutnya segeralah beristirahat dan mempersiapkan diri untuk bangun sahur. Jika terbangun untuk sahur satu jam sebelum imsak misalnya, maka pergunakan setengah jam untuk shalat Tahajjud dan setengah jam lagi untuk makan sahur. Jika diberi taufik untuk bangun lebih awal, maka kita bisa mempergunakan waktu yang lebih panjang untuk bertahajjud. Selepas makan sahur, sambil menunggu shubuh teruskan membaca Al-Quran atau berwirid hingga azan berkumandang. Sebaik-baik zikir diwaktu sahur adalah membaca istighfar, karena disebutkan dalam Al-Quran bahwa salah satu ciri orang yang shalih adalah mereka memohon ampunan (istighfar) diwaktu sahur. Kemudian tunaikan shalat Shubuh secara berjamaah lalu lanjutkan dengan berzikir dan berwirid hingga terbit matahari.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sadanfairus/cara-memanfaatkan-waktu-di-bulan-ramadhan_55087b7da333115e312e394a

Posting Komentar

0 Komentar