WHAT'S NEW?
Loading...

Alat Musik Tradisional Lampung

Lampung merupakan salah satu daerah yang selain terkenal akan keindahan kain tapisnya juga memiliki banyak sekali alat musik tradisional. Alat musik ini sering kali digunakan dalam acara-acara adat masyarakat Lampung. Dilansir dari alamatmusiktradisional.com, beberapa alat musik tradisional Lampung


Gamolan
Gamolan hampir sama dengan alat musik gamelan di daerah Jawa. Hanya saja Gamolan yang ada di Lampung ini terbuat dari susunan bambu yang kemudian diikat dengan tali senar yang dibuat dengan rancangan khusus. Gamolan di Lampung ada yang disebut Gamolan Pekhing dan aja juga yang menyebutnya dengan nama Gamolan Cetik.
Gamolan ini dimainkan dengan cara dipukul seperti gamelan. Biasanya musik yang dimainkan dengan gamolan ini diadakan pada saat pelaksanaan acara-acara adat tertentu di Lampung.

2. Serdam
Serdam adalah alat musik tiup seperti suling. Hanya saja serdam dibuat dari bambu yang tipis dah hanya memiliki 3 lubang di bagian atas dan 1 lubang di bagian bawahnya. Dari ukurannya, Serdam memiliki ukuran dengan diamater sekitar 1 cm dan memiliki panjang hingga 25,5 cm. Suara yang dihasilkan oleh alat musik tradisional lampung ini begitu halus dan lembut. Tidak jarang para seniman yang memiliki keahlian bermain Serdam ini mengungkapkan perasaannya melalui alunan suara serdam yang dimainkannya.

3. Kompang
Hampir sama dengan rebana, kompang adalah alat musik tradisional Lampung yang terbuat dari kulit kambing dan dimainkan dengan cara di pukul. Menurut sejarah sebenarnya alat musik kompang ini berasal dari arab, yaitu dari orang-orang suku Parsi yang saat itu menyambung kedatangan Nabi mereka.
Jika dilihat dari ukuran, kompang biasanya memiliki diameter antara 22,5 cm sampai dengan 35 cm. Dan kompang ini biasanya dimainkan oleh sebuah regu dengan posisi duduk, ada juga yang berdiri, atau sambil berjalan. Para pemain kompang biasanya diundang untuk memainkan musik tradisional pada acara-acara penyambutan pejabat, resepsi pernikahan, dan acara adat lainnya di Lampung.

4. Kerenceng atau Terbangan
Kerenceng atau terbangan ini adalah alat musik yang dibuat dari kulit kambing dan kayu. Dan juga dibuat dengan rotan yang digunakan untuk meregangkan kulit kambing tersebut agar suaranya lebih keras.

5. Gambus Lunik
Masih ingat dengan tarian zapin? Nah, Gambus Lunik ini adalah termasuk alat musik petik yang biasa digunakan untuk mengirian tarian tersebut. Bentuknya hampir sama dengan gitar dan terdapat senar-senar yang berjumlah 12. Bahan pembuatnya adalah berasal dari kayu nangka.

6. Sekhdap dan Bekhdah
Memang alat musik tradisional Lampung yang satu ini agak aneh kedengarannya. Dari namanya saja sudah agak sulit untuk diucapkan. Alat musik ini hampir sama dengan Terbangan atau Kerenceng, hanya saja memiliki ukuran lebih besar bahkan ada yang berdiameter mencapai 100 cm.
Nah, itulah 6 alat musik tradisional Lampung yang hampir kesemuanya sudah pernah kita ketahui bersama. Hanya saja mungkin alat musik ke enam yang saya sebutkan di atas memang agak asing dan susah untuk disebutkan. Tapi itulah termasuk dalam kekayaan budaya dan seni di Indonesia.


Sumber : http://alatmusiktradisional.com

0 komentar:

Posting Komentar

Rakanila

Radio Kampus Universitas Lampung adalah sebuah organisasi yang direncanakan menjadi bagian integral dari keluarga besar mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) adalah organisasi mahasiswa yang berada di tingkat universitas dan menjalankan kerja-kerja profesional pada bidang-bidang tertentu, Rakanila didirikan dan mulai mengudara hari Rabu, tanggal 19 Januari 2000 pada pukul 18.30 WIB. Tepatnya Gedung Graha Kemahasiswaan lt.II Universitas Lampung. JL. Soemantri Brojonegoro No.1 Gedung Meneng, Bandar Lampung. Rakanila 106,6 FM didirakan oleh tim pendiri yang secara otomatis akan menjadi dewan pendiri Rakanila 106,6 FM. Namun di tahun 2010, frekuensi berubah menjadi 107,9 FM Target pendengar Rakanila yaitu mahasiswa dan pelajar serta masyarakat umum usia 17-23 tahun. Jangkauan Area Gedung Meneng labuhan dalam, kemuning, labuhan ratu, way halim, dan sebagian Way Kandis.