Acara Adat Masyarakat Lampung

Lampung merupakan salah satu daerah yang terletak di ujung Sumatera. Pada masyarakat Lampung telah diatur kehidupannya dalam acara adat mulai dari dalam kandungan hingga masa kematian.
Upacara Jenis ini dilaksanakan sesuai dengan kehidupan sehari – hari dalam setiap transformasi kehidupan, sejak seseorang dalam kandungan sampai akhir hayat seseorang.

 Berikut beberapa acara adat masyarakat Lampung, dilansir dari frwibowo.wordpress.com

Masa Kehamilan 
1. Kukhuk Limau/Belangekh
Upacara ini dilaksanakan saat masa kehamilan berumur lima bulan.

2. Ngekhuang Kaminduan Upacara ini dilaksanakan saat masa kehamilan berumur lima bulan.

Masa Kelahiran
1. Teppuk Pusokh/Salai Tabui/Salin Khah/Nyilih Dakhah
Upacara ini dilaksanakan setelah kelahiran bayi umur sehari, caranya adalah dengan membersihkan dan menanam ari ari sang bayi.

2. Betebus Upacara ini dilaksanakan saat bayi berumur tujuh hari, dimaksudkan untuk mendoakan bayi dan menebus bayi dari dukun bersalin yang telah merawat bayi dari kandungan sampai membantu kelahirannya.

3. Becukokh Upacara ini dilaksanakan saat bayi berumur empat puluh hari yaitu mencukur rambut bayi untuk pertama kalinya dan dalam acara ini juga dilaksanakan Aqiqahan.\

4. Ngekuk/Ngebuyu/Mahau Manuk Upacara ini dilaksanakan saat bayi berusia tiga bulan disaat bayi telah diberi makanan tambahan.

Masa  Kanak Kanak
1. Besunat Dikenal juga istilah mandi pagi, khitanan bagi anak laki laki

2. Ngantak Sanak Ngaji Dilaksanakan saat seorang anak mulai belajar mengaji

Masa Dewasa
1. Kukhuk Mekhanai Saat dimana seorang remaja pria telah memasuki masa akil balikh

2. Nyakakko Akkos Upacara ini dilakukan bagi remaja perempuan, dalam kesempatan ini juga dilakukan acara busepi yaitu meratakan gigi dengan menggunakan asahan yang halus.

3. Nettah Adoq/Cakak Pepadun Cakak Pepadun dilaksanakan pada saat Pernikahan Sultan [Tayuh Saibatin], dalam upacara ini juga ditahbiskan Gelar Adat seseorang [Nettah Adoq]. Namun demikian Nettah Adoq dilakukan dalam setiap pernikahan bukan hanya Tayuh Saibatin saja.

Masa Kematian
Pada saat wafatnya seseorang, akan ada seorang yang ngekunan yaitu memberitahu keluarga, kerabat dan handai taulan tentang kabar meninggalnya almarhum agar segera datang untuk ninggam pudak [melayat] . Dalam situasi ini dibagilah tugas, ada yang melakukan bedah bumi [menggali liang lahat], ada yang memandikan jenazah, mengkafani, menyolatkan hingga menguburkan. Saat malam harinya diadakan bedu’a yaitu tahlilan hingga Niga Hari saat malam ketiga dilanjutkan Mitu Bingi pada malam ketujuh, Ngepakpuluh saat hari keempatpuluh dan Nyekhatus saat seratus hari wafatnya almarhum.



Sumber : frwibowo.wordpress.com

Posting Komentar

0 Komentar