HIMATEKS Unila Present Civil Brings Revolustions di Pantai Ketapang, Padang Cermin


Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HIMATEKS) Universitas Lampung mengadakan bhakti sosial penanaman mangrove di pantai Desa Sidodadi, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran.
Kegiatan ini merupakan rangkaian  kegiatan Civil Brings Revolution Unila “From Civil Nature and Nation”. Hadir pada acara ini Staf Ahli Bidang Pemerintahan Irwan Sihar Marpaung, mewakili Gubernur Lampung dalam sambutannya mengatakan, bahwa Pemerintah mendukung penuh kebijakan Pemerintah Pusat bahwa Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Oleh karena itu senegap masyarakat Lampung tidak terkecualinya masyarakat intelektual termasuk Himateks Unila sangat diharapkan berpartisipasi dalam mewujudkan program pusat tersebut. Provinsi Lampung memiliki potensi yang strategis dalam mewujudkan  poros maritim mengingat garis pantainya yang cukup panjang yaitu 1.105 Km dan tersebar pulau pulau kecil sebanyak 132 pulau.
Disamping itu juga terdapat 6 sungai besar yang potensial dalam transportasi air dan kekayaan ikan dan hayati air lainnya. Oleh karena itu keberadaan laut dan sungai harus kita jaga bersama. Baik dari segi keamananya itu pencurian dan penyalah gunaan  peralatan tangkap yang merusak habitat hayati, kerusakan lingkungan laut dan sungai, juga tidak kalah pentingnya kebersihannya.

Pada kesempatan itu, Irwan Sihar Marpaung mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung menghimbau kepada masyarakat dan para pengembang perumahan agar pembangunan rumah kedepan untuk menghadap kelaut. “Jadikanlah laut dan sungai sebagai halaman depan. Perubahan paradikma ini diharapkan untuk menjaga kebersihan dan keindahan pantai dan laut serta sungai sehingga akan menjaga juga kelestarian hayatinya, ” kata Marpaung, Sabtu (7/3).

Dikatakanya, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengatakan bahwa bebera pahari yang lalu Gubernur Lampung bersama Kapolda Lampung mengunjungi Pulau Legundi dengan  maksud melihat secara langsung kehidupan masyarakat pesisir juga sosialisasi tentang arti pentingnya mangrove dalam menjaga abrasi pantai dan keberlangsungan kehidupan hayati laut yang bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyatakat Lampung.

Ekosisten mangrove merupakan pertahanan terhadap bencana intrusi dan abrasi air laut. Sementara itu populasi hutan mangrove pantai Lampung sekitar 896 Km yang kondisinya sekarang sudah sangat memprihatinkan. Hal tersebut  sebagai akibat dari pembangunan tambak yang kurang memperhatikan konservasi juga pemotongan pohon mangrove dengan alasan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Pada penghujung sambutannya Gubernur mengucapkan terimakasih kepada  segenap Panitia dan berharap kegiatan ini diikuti oleh masyarakat pantai khususnya dan organisasi kemahasiswaan


Posting Komentar

0 Komentar