Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Unila proudly Present Seminar Energi Alternatif EEA 2016 di Auditorium Perpustakan Unila


Energi untuk kelistrikan Provinsi Lampung yang lebih baik merupakan tema dari Seminar Energi Alternatif yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Unila (Himatro) sebagai pembukaan rangkaian kegiatan Electrical Engineering in Action (EEA). Acara ini dilaksanakan pada tanggal 9 April 2016 yang bertempat di Auditorium Perpustakan Lt. 3 Universitas Lampung.

Susunan acara pada seminar ini diawali dengan sambutan oleh Ir. Fahrizal Darminto M.A. (staf ahli gubernur) yang dalam kesempatan ini mewakili gubernur Lampung dengan pemaparan singkat berkaitan kondisi energi yang seharusnya dapat dikelola lebih baik oleh negara. Seminar ini dimulai oleh bapak Dr. Eng. Yul Martin, S.T., M.T. sebagai moderator dengan 3 pembicara utama yaitu:
  1. Ir. Rizon, Kabid. Ketenagalistrikan dinas pertambangan dan energi;
  2. Ir. Adi Priyanto, M.T., senior manager perencanaan sistem kelistrikan PT PLN (persero)
  3. A. Saudi Samosir, S.T., M.T. Dosen Teknik Elektro Universitas Lampung
Pada kesempatan ini bapak Ir. Rizon sebagai pemateri pertama lebih banyak menjelaskan tentang potensi energi yang melimpah tetapi memiliki kendala/persoalan minimnya perhatian pada pengembangan wilayah power plant dan membahas rasio elektrifikasi Lampung sebesar 85% yang masih dibawah rasio elektrifikasi nasional.

Selanjutnya, bapak Ir. Adi Priyanto, M.T. menambahkan bagaimana kondisi kelistrikan kita (wilayah lampung) yang masih mengalami kekurangan dan harus disupplai interkoneksi dari Sumatra Selatan dan perencanaan PLN terkait daya yang dibutuhkan sebesar 1100 MW untuk lampung untuk membantu mensukseskan program percepatan pembangunan pembangkit demi tercapainya lebih dari 35.000 MW. Pemateri terakhir, Dr. A. Saudi Samosir, S.T., S.T. menjelaskan aplikasi energi alternatif yang dapat dikembangkan di lampung yaitu konsep Pembangkit listrik tenaga surya yang dewasa ini banyak dipakai negara negara maju sebagai salah satu pilihan utama yang ramah lingkungan.

Seminar dilanjutkan dengan Forum Grup Discustion (FGD) terkait pertanyaan-pertanyaan yang timbul selama seminar berlangsung dan berakhir dengan pemberian sovenir dan cindra mata oleh perwakilan dosen kepada pembicara.


Posting Komentar

0 Komentar