Kejuaraan Antar Kolat PPS Betako Merpati Putih se-Lampung Capai Top Ten University


Pada kejuaraan rutin dua tahunan yang di gelar di GSG Universitas Lampung ini, dihadiri pula oleh Letnan Kol.Arif Subianto (Ketua Kodim 094 Bandarlampung), Sena Adhi Witarta (Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia tingkat Bandarlampung), Kusdan di Kunang (Ketua cabang Merpati Putih Bandarlampung) serta Gunawan Klihartono (Ketua Pengurus Daerah Bandarlampung).

“Salah satu bentuk untuk menuju Top Ten University adalah prestasi bidang kemahasiswaan, ” ucap Qadar Hasani yang mewakili Prof. Karomani (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan  Alumni) pada pembukaan Kejuaraan Antar Kolat PPS Betako Merpati Putih se-Lampung. Ia juga menambahkan bahwa Unila akan mengakomodir para atlet untuk kuliah dalam menempuh pendidikan tertinggi.

Menurut Sena Adhi Witarta, dengan adanya ajang kejuaraan ini, yang berarti telah membantu melestarikan warisan budaya bangsa. Dia berpendapat, walau pencaksilat memiliki banyak aliran, salah satunya Merpati Putih, namun inilah yang menjadi kebanggaan Indonesia. “Saya berharap, mudah-mudahan Merpati Putih ini bisa menjadi lebih besar dan semakin jaya, bisa tingkat Internasional,” tambah Sena.

Angel Oktavia Dian Saputri, salah satu peserta dari Kolat Tulang Bawang Barat ini mengaku kurang lebih 3 bulan untuk mepersiapkan diri mengikuti ajang kejuaraan ini. Peserta yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP Yapindo ini baru mengikuti Merpati Putih. “Seneng, ikut Merpati Putih, soalnya kan bisa melatih mental terus bisa ketemu temen baru, ” ujarnya. Ia berharap bisa Kolat-nya mendapatkan Piala bergilir.

Berbeda dengan Angel, Riska Putri Handayani mengaku sangat siap dalam mengikuti ajang kali ini. Pasalnya, setiap seminggu 3 kali, ia bersama timnya mengikuti latihan seperti tanding/laga, fisik, mental, serta pernapasan baik di Bandarlampung maupun kolat sekolahnya. Ia juga berharap, kolatnya bisa memperebutkan kembali piala bergilir itu. Karena 3 tahun lalu, SMK Negeri 4 Bandarlampung pernah mendapatkan piala bergilir tersebut.

Walaupun banyak jenis beladiri yang sudah berkembang di Indonesia baik Karate, Kempo, Taekwondo dan lainnya, warisan budaya ini harus terus dilestarikan. Pencak Silat harus terus mengeksiskan dirinya, jangan hampir terkikis atau malah dianggap budaya negara lain.


Posting Komentar

0 Komentar