Puncak DBD sampai Februari



 
Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung mengimbau masyarakat agar waspada serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Karena DBD sendiri merupakan penyakit menular yang hadir disaat musim penghujan.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana, Jumat (13/1). Menurut dia, nyamuk betina aedes agypty, merupakan pembawa virus yang dapat berkembang pesat di genangan air. Berdasarkan data, terusnya, angka kasus DBD di Lampung mengalami kenaikan. Dan puncak kasus DBD terjadi pada Januari dan Februari.

"Dari tiga tahun terakhir berdasarkan hasil laporan kabupaten/kota puncak kasus DBD terjadi di Januari dan Februari. Untuk itu, perlu kewaspadaan kita semua untuk mencegah terjadinya DBD di lingkungan kita. Caranya dengan melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan 3M Plus (menguras, menutup dan mendaur ulang barang bekas). Plus menghindari gigitan nyamuk," katanya.

Berdasarkan data, jumlah kasus DBD untuk 2014 sebanyak 1.317 kasus. Dengan angka kematian 16 orang (IR 16,37; CFR 1,21%). Kemudian, lanjut Reihana, pada 2015 tercatat ada 2.996 kasus dengan 31 angka kematian (IR 37,24; CFR 1,03%).