Seminar Nasional Energi dan Industri Manufaktur – SIGER 2017



Hasil gambar untuk Seminar Nasional Energi dan Industri Manufaktur – SIGER 2017


Dalam rangka menunjang master plan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia, masyarakat mulai dari akademisi, industri, dan pemerintah mengadakan percepatan riset dan publikasi dalam bidang teknosains meliputi bidang material, energi, dan manufaktur.
Ketiga bidang ilmu itu menjadi salah satu bagian yang perlu dipacu di bidang teknologi. Salah satunya melalui Seminar Nasional Energi dan Industri Manufaktur – SIGER 2017 yang dihelat Universitas Lampung (Unila) selama dua hari mulai 26 Maret 2017 di ruang sidang lantai II Gedung Rektorat.
Menurut Dr. Irza Sukmana selaku ketua program, selain mempresentasikan sejumlah paper seminar nasional ini diadakan untuk menjalin silaturahmi antarpeserta sehingga pada masa mendatang akan terjalin kolaborasi.
SIGER 2017 dibagi menjadi tiga bidang kajian, termasuk satu sesi internasional dan dua bidang lainnya yakni material dan industri manufaktur, serta bidang energi dan konstruksi mesin. Seminar ini diselenggarakan dengan menggandeng sejumlah pihak di antaranya Malaysian Welding and JoiningSociety (MWJS) dari Universiti Tenaga Nasional (UNITEN) Malaysia, Universitas Udayana, dan Asosiasi Pengelasan Indonesia (API).
“Secara total ada 37 paper yang masuk, sebagian besar berasal dari Universitas Lampung, Universitas Tadulako, dan UNITEN Malaysia,” ujar Dosen Fakultas Teknik Unila ini.
Panitia dalam kegiatan ini menghadirkan Pleanary Keynote Speakers yakni Prof. Abdul Azis bin Mohammed dari Universiti Tenaga Malaysia (MWJS) yang mempresentasikan materi bertajuk Overview on Advanced Welding Systems in Component Manufacturing for an Energy Sector; Prof. Hari Muhammad FTMD ITB, Bandung, tentang Peningkatan Daya Saing Lulusan Teknik Mesin Indonesia; perwakilan Kementerian Kantor Kementerian ESDM Indonesia, dan invited speaker Dr. Wayan Nata Septiadi, S.T., M.T., dari Universitas Udayana.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof. Bujang Rahman dalam sambutannya mewakili Rektor mengatakan, hasil riset menjadi asupan yang baik untuk percepatan industri mulai dari hulu hingga hilir.
Oleh karena itu seminar nasional ini menjadi salah satu upaya menjadikan perguruan tinggi ikut berperan memecahkan persoalan bangsa, terutama di bidang energi dan industri manufaktur.
“Upaya kita menemukan energi baru dan terbarukan menjadi upaya sangat penting. Saya yakin paper yang terkumpul dan gagasan para narasumber dapat menjadi sumber identifikasi pemecahan persoalan bangsa Indonesia,” pungkas Bujang.

Posting Komentar

0 Komentar