WHAT'S NEW?
Loading...

Berpuasa Terasa 'Lebih Mudah' di Kota Adelaide

Berpuasa di Kota Adelaide Terasa Lebih Mudah

Adelaide - Setiap negara memiliki durasi yang berbeda-beda dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Ada yang panjang ada pula yang pendek. Tahun ini karena bertepatan musim dingin, Kota Adelaide, Australia, menempati waktu berpuasa paling singkat sekitar 11 jam.
Bandingkan saja dengan negara lain seperti Malaysia selama 13,40 jam, Sudan, Pakistan, dan Yordania selama 16 jam. Begitu pula di AS dan Italia selama 18 jam. Lalu di Rusia, Belanda dan Perancis selama 19 jam. Swedia dan negara Skandinavia yang kini memasuki musim panas, durasi berpuasanya paling lama sekitar 21 jam.
Dari segi lamanya berpuasa ini, tampaknya warga Muslim di Australia "lebih mudah" dalam menjalankan ibadah puasa. Bahkan bila dibandingkan dengan Indonesia yang lamanya sekitar 13 jam. Mungkin ini salah satu kesyukuran banyak Muslim di Australia, khususnya di Adelaide, kota seribu gereja.

Berpuasa di Kota Adelaide terasa "lebih mudah" dilihat dari segi waktunya yang hanya sekitar 11 jam. (Foto: Kiriman/Nur Khofifah Bahru)
Berkah Ramadan di Adelaide
Ramadan 1438 Hijriah, tidak lupa dijadikan momen untuk berbagi kebahagiaan terhadap sesama. Terlebih bagi Muslim RI di Adelaide. Ramadan yang dimulai Hari Sabtu 27 Mei 2017 disambut dengan suka cita, dengan mengadakan kegiatan " Kajian Ramadan dan Buka Puasa Bersama" bertema " Meraih Kemuliaan di Bulan Mulia" pada Minggu 28 Mei 2017 di Oasis Function Room, Flinders University.
Acara ini diselenggarakan oleh MIIAS (Masyarakat Islam Indonesia Australia Selatan) dengan host Nenah MacKenzie dan keluarga, yang dimulai pukul 03.00 - 06.00 sore dengan mengundang penceramah Rakhmin Dyarto.
Acara ini berjalan dengan meriah. Terlebih dengan kehadiran anak-anak yang juga ikut berbuka puasa. Acara diawali dengan ceramah keagamaan, buka puasa bersama, dan shalat berjamaah.
Selain MIIAS, adapula KIA (Kajian Islam Adelaide) yang pada 1 Ramadan, telah lebih dulu mengadakan pengajian, buka puasa dan silaturahim bersama Muslim RI di Adelaide. Acara ini berjalan khidmat di rumah salah seorang warga, Nunung Aisah Lehmann.
Kegiatan senada juga telah dilaksanakan di Kurralta City Beach Apartment, pada 27 Mei 2017 di kediaman warga Sri Dwi Hastuti, seorang mahasiswa Ph.D di University of Adelaide. Sejumlah warga yang tinggal di kawasan Anzac Highway turut hadir. Inilah sepenggal kebersamaan warga Muslim RI di Adelaide, yang mengadakan kajian keagamaan dan buka puasa bersama. Persaudaraan dan keakraban antarwarga muslim RI terasa kuat.
Tarawih Bersama
Fasilitas masjid seperti yang berlokasi di jalan Little Gilbert Street dan Marion Mosque di jalan Marion Road, turut memudahkan warga Muslim melaksanakan shalat tarawih berjamaah. Terlebih saat Ramadan, masjid dan beberapa organisasi Islam sering mengadakan buka puasa bersama, dengan menyajikan makanan khas berbagai negara.
Banyak warga Muslim dari India, Arab Saudi, Iran, Malaysia, Irak hingga Indonesia turut menikmati hidangan yang selalu disajikan selama bulan Ramadan. Persaudaraan atas dasar iman inilah, yang menjadi sesuatu yang tidak ternilai harganya bagi warga Muslim di Adelaide.
*Nur Khofifah Bahru, tinggal di Adelaide, Australia Selatan dan aktif dalam kepengurusan MIIAS. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi.

(ita/ita)

0 komentar:

Posting Komentar

Rakanila

Radio Kampus Universitas Lampung adalah sebuah organisasi yang direncanakan menjadi bagian integral dari keluarga besar mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) adalah organisasi mahasiswa yang berada di tingkat universitas dan menjalankan kerja-kerja profesional pada bidang-bidang tertentu, Rakanila didirikan dan mulai mengudara hari Rabu, tanggal 19 Januari 2000 pada pukul 18.30 WIB. Tepatnya Gedung Graha Kemahasiswaan lt.II Universitas Lampung. JL. Soemantri Brojonegoro No.1 Gedung Meneng, Bandar Lampung. Rakanila 106,6 FM didirakan oleh tim pendiri yang secara otomatis akan menjadi dewan pendiri Rakanila 106,6 FM. Namun di tahun 2010, frekuensi berubah menjadi 107,9 FM Target pendengar Rakanila yaitu mahasiswa dan pelajar serta masyarakat umum usia 17-23 tahun. Jangkauan Area Gedung Meneng labuhan dalam, kemuning, labuhan ratu, way halim, dan sebagian Way Kandis.