Presma KBM Unila Fauzul: Kita Bersama-sama Perangi Paham Radikalisme

Presiden Mahasisiwa (Presma) KBM Universitas Lampung (Unila) M Fauzul Adhim secara langsung mendeklarasikan bahwa kampus anti terorisme. Paham radikalisme sudah mengganggu aspek pencerahan saat memengaruhi manusia rasional. Sebab, paham ini telah dipelajari tidak saja secara ilmiah tetapi bahkan menjadi alat destruktif untuk menghancurkan keutuhan bangsa. Keterlibatan seorang pemuda lulusan salah satu PTN yang terlibat dalam teror di Jakarta beberapa waktu lalu menjadi fakta krusial di sana.

Ketika radikalisme masuk melalui pintu agama, emosi batiniah akan menggelora. Ini amat berbahaya sebab yang diganggu ialah sisi internal manusia rasional. Pemikiran kaum post-sekularisme mendapat pembenaran. Bahwa beberapa elemen individu dan lembaga yang selama ini disingkirkan karena kerja modernitas dan kapitalisme seakan bangkit berdiri membela lembaganya itu.

Itulah alasan mengapa semua pihak di negara ini diminta bergandengan tangan menahan laju perkembangan paham radikal. Di alur logika yang sama, ketika mahasiswa terpapar paham radikal, usaha semua pihak agar radikalisme terkapar, wajib dan amat urgen.
 
Dihadapan Mendagri Tjahjo Kumolo di aula FP Unila, Selasa (7/6) dirinya mengatakan tujuan dilaksanakannya deklarasi ini untuk mencegah adanya paham radikalisme.
 
"Kita semua harus bersama-sama memerangi paham radikalisme, karena memang sudah meresahkan masyarakat," katanya.
Penulis: Bayu Saputra
Editor: Reny Fitriani
Source : Tribun News





Posting Komentar

0 Komentar