Ini Penyebab Millennials Cuma Bisa Mimpi Punya Rumah



Liputan6.com, Jakarta Memiliki rumah sendiri adalah impian setiap orang. Rumah, bagaimana pun bentuknya, jika kita memilikinya sendiri tentu rasanya lebih aman dan nyaman ketimbang rumah yang mewah tapi bukan milik kita.

Punya rumah sendiri juga menjadi cita-cita generasi milenials. Bagi generasi milenials, saat ini adalah masanya mereka produktf dan bisa membeli apa yang dicita-citakannya dengan penghasilannya sendiri. Namun, kontras dengan produktivitasnya, kenyataan di lapangan berbicara lain. Harga properti semakin membumbung tinggi dari hari ke hari. Impian punya rumah pun menggantung tinggi di langit, terasa sulit diraih. Menghadapi kenyataan harga properti yang semakin meningkat, ironisnya masih banyak anak muda yang terlena memboroskan uangnya untuk hal-hal yang tak begitu penting. Padahal dengan nominal yang dikeluarkan tiap minggu untuk membeli barang atau eksistensi, jumlahnya bisa untuk mencicil biaya KPR bulanan.

Tentu hal ini jadi dilema. Jika tidak berhati-hati mengatur keuangan, bisa-bisa sampai tua kita hidup bagaikan kelomang yang berpindah-pindah tempat tinggal karena tak memiliki rumah sendiri. Tidak ingin mengalami hal itu bukan? Yuk pintar-pintar menahan diri untuk hal-hal berikut ini, supaya uangnya bisa ditabung untuk beli rumah”
·        Nongkrong fancy di coffeeshop atau cafe terkini



Coba hitung, dalam sebulan, berapa rupiah yang kamu keluarkan untuk nongkrong di coffeeshop atau cafe kekinian? Meski sekali pengeluaran hanya Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu saja, kalau dikumpulkan lumayan juga nominalnya. Apalagi jika ditambah dengan beli-beli makanan atau snack. Bisa-bisa sekali nongkrong Rp 100 ribu melayang.  Kalikan saja pengeluaran tiap minggu selama setahun, dan jangan terkejut melihat jumlahnya yang setara dengan cicilan KPR selama beberapa bulan.
·        Kalap belanja fashion



Godaan beli baju, tas, sepatu dan pernak-pernik fashion memang sulit dihindari. Bukan hanya perempuan lho yang harus berjibaku dengan batin saat dihadapkan dengan koleks-koleksi terbaru diskon-diskon yang betebaran di mal atau e-commerce. Saat ini, kaum adam pun mulai bergeser menyukai belanja barang fashion agar terlihat lebih gaya di depan kamera.
Kekalapan saat belanja barang fashion seringkali berakhir dengan tergeletak begitu saja di sudut lemari dan – tentu saja – penyesalan karena uang yang terbuang sia-sia pada akhirnya. Untuk menghindarinya, kamu bisa menerapkan prinsip capsule wardrobe. Capsule wardrobe merupakan metode penyederhanaan isi lemari dengan cara membeli produk fashion dasar yang berkualitas, dengan warna-warna basic yang mudah dipadu-padankan satu sama lain. Dengan metode ini, kita tidak perlu sering-sering membeli pakaian sehingga lebih hemat.

·        Traveling demi meningkatkan eksistensi


Kini makna 'traveling' bergeser seiring dengan keberadaan social media. Tak bisa dipungkiri, sebagian orang rela mengeluarkan biaya tinggi demi mengabadikan foto bepergian dari satu tempat ke tempat lain. Di lokasi tujuan, lebih memilih berfoto-foto demi konten social media ketimbang mendapatkan pengalaman, menikmati alam atau mempelajari sejarahnya.
Sebetulnya sah-sah saja kok, tiap orang punya tujuan bepergiannya masing-masing. Namun yang bikin terasa miris di hati adalah jika sang traveler ini memaksakan diri. Menguras tabungan bahkan ada yang demi traveling ke luar negeri, rela berhutang sampai melakukan penipuan.
Sedih ya? Padahal jika mampu mengatur skala prioritas, membeli rumah sendiri yang bakal ditempati dalam jangka waktu yang lama, lebih  bermanfaat ketimbang menguras tabungan untuk traveling demi eksistensi yang excitement-nya hanya bertahan maksimal seminggu saja.
Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan-kesalahan di atas kok. Di usia produktifmu saat ini, habiskan jatah kesalahanmu. Masih ada banyak kesempatan untuk mengubah diri dan tujuan finansialmu. Jangan takut mimpi punya rumah, karena kamu pasti bisa mewujudkannya!
Sumber : Liputan6
Laporan : Abdina Saentika

Posting Komentar

0 Komentar