Jangan Asal Beli Kosmetik Meski Diendorse Artis


Jakarta - Polda Jatim mengamankan seorang pelaku pembuat kosmetik ilegal. Kosmetik yang dibuat tersangka KIL ternyata tidak terdaftar dalam Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun, dikutip dari detikNews, tersangka mampu mengendorse 6 artis yang masif menggunakan media sosial. Mereka berinisial VV, NR, MP, NK, DJB dan DK yang hingga kini masih terus diperiksa polisi.

Dalam wawancara beberapa waktu lalu, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM, Maya Gustina Andarini kembali mengingatkan pentingnya waspada sebelum membeli
kosmetik. Informasi dalam kemasan produk minimal harus memuat izin edar, tanggal kadaluwarsa, dan alamat lengkap produsen. Alamat wajib ditulis detail bukan sekadar nama kota dan propinsi.

"Pengawasan rutin memang kami lakukan namun konsumen harus dicerdaskan. Masyarakat harus pintar memilih, jangan lekas percaya dengan iklan atau artis. Produk sebaiknya jangan dibeli kalau tidak ada informasi detail dalam kemasannya," kata Maya pada kampanye Kampanye Cerdas Memilih dan Menggunakan Kosmetika Aman dan Bermutu di Pasar Asemka, Jakarta Barat.

Maya mengatakan, BPOM juga telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) untuk mencegah peredaran produk ilegal secara online. Satuan yang diberi nama cyber patrol tersebut menyisir dan memblokir situs yang menjual produk kosmetik tanpa seizin BPOM.

KIL yang telah meraih kepercayaan masyarakat mampu meraih omzet hingga Rp 300 juta per bulan. KIL mengaku mencampur beberapa merk kosmetik yang lebih dulu beredar dari sejumlah merk terkenal. Produk yang dikemas ulang dijual per paket seharga Rp 350-500 ribu yang terdiri atas krim pagi, krim malam, collagen cream, obat jerawat, krim facial dan peeling.
Sumber: detik.com

Posting Komentar

0 Komentar