Kandidat Rektor Unila Sepakat Tolak Pilrek Transaksional

Bandar Lampung: Putaran pertama pemilihan Rektor (pilrek) Universitas Lampung (Unila) periode 2019-2023 akan berlangsung akhir bulan ini. Para bakal calon rektor berkomitmen akan berkompetisi secara sehat, tidak transaksional.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Muhammad Kamal yang mendaftarkan diri menjadi bakal calon rektor mendukung penuh apabila panitia pemilihan rektor bekerja sama dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). "Bagus itu. Proses pemilihan rektor harus bersih. Jadi baguslah kalau ada KPK. Apalagi Unila sudah mendeklarasikan zona integritas," kata Kamal kepada Lampung Post, Kamis, 1 Agustus 2019.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lampung, Karomani yang mencalonkan diri dalam pilrek kali ini juga mendukung hal tersebut. Ia mengajak semua pihak mengedepankan kekeluargaan dan kebersamaan."Ya kita ikut mekanisme dan aturan yang ada," kata Guru Besar Komunikasi Sosial ini.

Dekan Pertanian Universitas Lampung yang juga mencalonkan diri, Irwan Sukri Banuwa menyampaikan, visi-misi yang akan dilakukan olehnya empat tahun ke depan. Pihaknya memiliki Program Reaksi Cepat menuju top ten untuk mewujudkan rencana strategis Universitas Lampung.


"Saya akan mengikuti prosesnya sesuai etika, sopan, santun, tidak melakukan black campaign, negatif campaign dan tidak transaksional," imbuh Guru Besar Konservasi Tanah dan Air ini.

Dalam pemilihan total suara senat sebesar 65% sedangkan suara Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) sebesar 35%. Di Universitas Lampung sendiri ada 48 orang senat yang memiliki suara.

Pemilik suara tersebut terdiri dari 32 orang wakil dosen, delapan orang dekan, rektor, wakil rektor I, II, III dan IV. Kemudian direktur pascasarjana, ketua Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) dan Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Universitas Lampung (LP3M)

Posting Komentar

0 Komentar