BI Rate Turun dan Rasio Pembiayaan Jadi Longgar

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pertumbuhan ekonomi 2019 secara global diprediksi akan terjadi perlambatan yang disebabkan dari faktor eksternal. Untuk mengantisipasinya, Bank Indonesia mendorong agar tetap terjadi momentum geliat pergerakam ekonomi dengan mengeluarkan sejumlah paket kebijakan.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Lampung, Budiharto Setiawan menjelaskan pertumbuhan ekonomi 2019 diperkirakan melambat akibat ketegangan perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang terus berlanjut. Diikuti risiko geopolitik yang menekan perekonomian dunia dan membuat ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia terpengaruh kondisi perekonomian global yang kurang menguntungkan. Terlihat dari nilai ekspor yang belum membaik seiring permintaan global dan harga komoditas yang menurun," kata Budiharto kepada Lampung Post, Rabu, 25 September 2019.
Kondisi tersebut sepatutnya dapat diantisipasi agar dampak negatif faktor eksternal itu tidak terus menekan perekonomian dalam negeri. Untuk itu BI pun mengeluarkan sejumlah pakey kebijakan guna mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah kondisi ekonomi global yang melambat.

"Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia 18-19 September 2019 lalu, diputuskan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) diturunkan 25 basis poin (bps) menjadi 5,25%, suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%, dan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 6,00%," ujarnya.

Untuk memperkuat bauran kebijakan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, bank sentral tersebut juga melakukan relaksasi kebijakan makro prudensial melalui penyempurnaan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM)/RIM Syariah. Selain itu pelonggaran pada berbagai ketentuan dalam pembiayaan yang berlaku efektif pada 2 Desember 2019 mendatang.

Rasio Loan to Value / Financing to Value (LTV/FTV) untuk kredit/pembiayaan properti sebesar 5% dan uang muka untuk kendaraan bermotor menjadi dikisaran 5% sampai 10%. "Lalu tambahan keringanan rasio LTV/FTV untuk kredit/pembiayaan properti dan uang muka kendaraan bermotor yang berwawasan lingkungan masing-masing sebesar 5%," ujar dia.
Effran Kurniawan
Lampost.co

Posting Komentar

0 Komentar