Gedor Lampung Sebut PT Gojek Langgar Perjanjian


BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Gedor Lampung mengecam keras kegiatan PT Gojek Lampung dilakukan pada Sabtu, 21 September 2019. Presidium Gedor Lampung Miftahul Huda mengungkapkan hal tersebut melanggar perjanjian yang telah disepakati.
"Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Dishub Lampung pihak gojek sepakat untuk tidak melakukan operasional selama persoalan belum selesai," ujarnya saat dihubungi lampos.co, Sabtu, 21 September 2019.

Dalam status quo di pertemuan tersebut ia menjelaskan, disebut PT Gojek Lampung tidak membuka kantor pelayanan dan operasional. Sedangkan mitra driver diminta untuk menjaga kondusifitas dan tak melakukan perusakan atribut Gojek.

Namun ia menemukan PT Gojek Indonesia mengadakan sebuah pertemuan bersama sebagian mitra driver. Miftahul Huda mengaku tidak mendapat pemberitahuan terkait pertemuan tersebut.
"Berdasarkan perjanjian itu, jelas kegiatan PT Gojek Lampung hari ini (Sabtu, 21/9/2019) telah melanggar perjanjian yang telah menjadi kesepakatan bersama," tegasnya.

Ia menyebut kegiatan yang diadakan di Kantor Isuzu Bandar Lampung diketahui berdasarkan informasi dari salah satu staf kantor pelayanan PT Gojek.
Ia mengatakan, agenda itu diberitahukan melalui pesan pribadi bukan melalui aplikasi. Sehingga ia tak mengetahui adanya kegiatan tersebut.

Menanggapi hal tersebut pihaknya akan berkonsultasi dengan aparat kepolisian yang turut hadir dalam pertemuan di Kantor Dishub Lampung. Selain itu, ia juga akan berkoordinasi dengan anggota Gedor Lampung terkait langkah yang akan diambil.
"Kemungkinan aksi ada, tapi kita akan tempuh dahulu jalur hukum karena ini jelas melanggar perjanjian," jelasnya.

Lampost.co telah mencoba konfirmasi ke PT Gojek Lampung namun belum mendapat respon. Saat menghubungi Head Of Regional Corporates Gojek Lampung Corporate Affair tidak mendapat jawaban meski telepon dalam keadaan aktif. Kemudian nomor telepon tidak aktif saat ingin dihubungi kembali.
Umar Robani
(lampost.co)

Posting Komentar

0 Komentar