International Flower Competition Ditata Pemerintah Provinsi Bali Lagi



Denpasar, IDN Times – Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace, akan kembali menata International Flower Competition tahun 2020 mendatang. Lantaran selama pelaksanaan kompetensi taman bunga sebelumnya, disebut belum mencerminkan keseluruhan Bali. Oleh karenanya pihak Pemerintah Provinsi Bali memfasilitasi kompetisi ini agar lebih tertata.
Menurutnya, tujuan kompetisi ini sangat bagus. Yaitu menjadikan Bali sebagai Pulau Taman. Selain tercipta keindahan, juga akan berfungsi dari segi upacara. Karena bunga-bunga yang tumbuh itu akan dijadikan sarana upacara.
“Ini peluang sangat baik untuk menata Bali menjadi Pulau Taman,” ucapnya di Ruang Rapat Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Selasa (3/12) siang.

1. Kompetisi ditata bertingkat mulai dari kabupaten kota


Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Made Teja, menyampaikan pihaknya telah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan pihak penyelenggara kompetisi ini. Yakni pendiri Yayasan International Flower Competition, Nier Peretz, untuk membahas berlangsungnya kompetisi. Juga pertemuan dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota yang menyatakan kesiapannya untuk mengikuti lomba.
“Kompetisi ini disepakati menjadi empat kriteria. Yakni jenis taman bunga 25 persen, estetika dari keberhasilan 40 persen, ada lebahnya, dan 15 persen untuk pemupukannya. Ada dua kategori, nasional pesertanya Sekolah Dasar dan Provinsi Bali seluruh masyarakat di Bali,” jelasnya.

3. Sudah dimulai, pemenang akan diumumkan bulan April mendatang


Sementara itu, Nier Peretz menyampaikan kompetisi ini sudah berlangsung, dan pemenangnya akan diumumkan pada bulan April 2020 setingkat kabupaten. Sedangkan setingkat provinsi pada bulan Juni 2020.
Untuk juara tingkat kabupaten baik peserta perorangan maupun SD akan mendapatkan hadiah uang tunai Rp25 juta untuk juara I, Rp15 juta juara II, dan Rp10 juta untuk juara III.
Sedangkan tingkat provinsi, untuk SD juara I Rp500 juta, juara II Rp250 juta, dan juara III Rp100 juta. Serta untuk peserta perorangan, juara I Rp250 juta, juara II Rp100 juta dan juara III Rp50 juta.
“Kami berharap kompetisi ini akan membawa pengaruh besar nantinya kepada bumi kita, yang semakin buruk akibat kurangnya rasa benar-benar peduli lingkungan di antara masyarakat dunia khususnya Indonesia,” terangnya.
Laporan: Alfilia Sanjaya

Posting Komentar

0 Komentar