Komplotan Udin Muko Masih Diburu


Bandar Lampung (Lampost.co): Satreskrim Polresta Bandar Lampung masih melakukan pengembangan terhadap, Komplotan pencurian motor lainnya, yang merupakan jaringan Udin Muko.
Udin Muko (39),  sendiri tewas usai baku tembak dengan anggota Satreskrim Polresta Bandar Lampung, pada Sabtu 28 September 2019 di Jalan Mayor Sukardi Hamdani, Labuan Ratu, sektiar pukul 10.00 WIB, sedangkan rekanya Ibrahim berhasil Ditangkap. Udin pun sempat mengeluarkan tembakan sebanyak 6 kali ke arah petugas saat hendak ditangkap.

"Masih kita dalami jaringan mereka, petugas sedang melakukan penyelidikan, dan pemetaan," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rossef Efendi, Minggu, 29 September 2019.
Jenazah Udin Muko pun sudah dikembalikan ke kampung halamannya di Desa Negara Batin,  pada Sabtu 29 September pukul 16.00 WIB.

"Sudah dipulangkan dan diambil keluarganya atas nama Nurdin, sepupunya," kata Rossef.
Rossef mengatakan, setidaknya Udin Muko dan komplotannya telah beraksi di 10 TKP di Kota Bandar Lampung, selama beberapa bulan ini. Aparat pun sudah mengidentifikasi tiga laporan Pencuri motor yang dilakukan Udin, yakni LP / B / 1394 /IX/2019/ Resta balam /Sektor kedaton. Tgl 19 September 2019 sekira jam 23.30 , LP / B / 2186 /VI/2019/ Resta balam  Tgl 11 Juni 2019. TKP. Tribun Kedaton Bandar Lampung.

Motor yang dicuri  wartawan bernama Rezky Mertarega,  dan .LP / B / 284/IX/2019/ Resta balam /Sektor TBS. Tgl 24 September 2019 sekira jam 16.10 wib TKP jalan gatot subroto depan kantor CESA YESAYA MANDIRI / FESTIVAL FOOD Kel. Bumi raya kecamatan Bumi waras.
"Total ada 10 TKP sudah banyak cctv yang kita cocokan dan dia memamg pelakunya, kita memang sudah buntuti selama dua Minggu, ketika kita mau tangkap, dia melawan dan terpaksa petugas mengambil tindakan rged terukur dan terarah," kata mantan Kapolsek Natar itu.
Dari tangan pelaku diamankan barang bukti berupa Honda Berat Putih Biru yang juga hasil curian lalu digunakan untuk beraksi, 1 buah kunci T, senpi rakitan milik Udin Muko, beserta 5 selkgosng peluruh, pisau, dan jaket.
Asrul Septian Malik
lampung post

Posting Komentar

0 Komentar