Menegangkan! Ini 4 Fakta Pertempuran Guadalkanal Perang Dunia II



Semenjak Kekaisaran Jepang membombardir Pearl Harbor milik Amerika Serikat pada penghujung tahun 1941, ketegangan antara Amerika Serikat dengan Kekaisaran Jepang menjadi sangat tinggi. Setiap detik, Amerika Serikat dihantui oleh kemungkinan serangan-serangan Jepang berikutnya, terutama di wilayah Pasifik yang dikuasai oleh Amerika Serikat.
Kekaisaran Jepang menjadi pihak yang secara terus-menerus melakukan serangan ke kawasan Pasifik, salah satunya adalah peristiwa Pertempuran Midway pada Juni 1942.
Namun, bak seorang raksasa yang terbangun dari tidurnya, akhirnya Amerika Serikat bersama Sekutu melakukan operasi ofensif pertamanya dalam Teater Pasifik ke wilayah Guadalkanal di Kepulauan Solomon yang pada saat itu sedang dikuasai oleh Kekaisaraan Jepang.
Pertempuran tersebut dikenal sebagai Pertempuran Guadalkanal. Sebuah serangan yang secara efektif mampu membuat Kekaisaran Jepang kewalahan. Penasaran dengan kelanjutan kisahnya? Mari kita bahas dalam 8 fakta berikut ini.

1. Operasi ofensif pertama Sekutu di Teater Pasifik

Wilayah Kepulauan Solomon pada saat itu sedang dalam tahap pembangunan sebagai pangkalan militer Kekaisaran Jepang. Mengutip dari laman history.com, Jepang mulai tiba di Guadalkanal pada 8 Juni 1942. Mengingat pentingnya lokasi Guadalkanal dalam Teater Pasifik Perang Dunia II, Amerika Serikat mau tidak mau harus segera menggagalkan upaya Jepang untuk membangun pangkalan militer di sana.
Mengutip dari laman All That's Interesting, adalah Laksamana Ernest J. King dari Angkatan Laut Amerika Serikat yang merancang serangan ke Guadalkanal. Rencana tersebut bertujuan untuk menguasai secara penuh wilayah Kepulauan Solomon.
Dibantu oleh negara-negara Sekutu di wilayah Asia Pasifik, Amerika Serikat mulai menghajar Guadalkanal dari tanggal 7 Agustus 1942. Serangan dengan sandi "Operation Watchtower "ini menjadi operasi ofensif pertama yang dilakukan oleh Sekutu di bawah komando Amerika Serikat dalam Teater Pasifik. 
Inisiatif serangan dalam Pertempuran Guadalkanal yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat berhasil mengalahkan pasukan pertahanan Jepang di Guadalkanal. Periode pertempuran tetap berlangsung hingga Februari 1943 dan Amerika Serikat berhasil mempertahankan wilayah tersebut dari upaya Jepang merebut kembali Guadalkanal. 

2. Jepang belum siap menghadapi serangan kejut Amerika Serikat

Jepang sangat terkejut dengan serangan yang dilakukan Amerika Serikat ke Guadalkanal. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh dari keberhasilan Amerika Serikat menaklukkan Guadalkanal adalah kondisi pasukan pertahanan Jepang yang pada saat itu belum siap untuk menghadapi invasi musuh. 
Dikutip dari laman Britannica.com, Jepang baru memulai pembangunan pangkalan udara di Guadalkanal pada 6 Juli 1942. Hanya berselang satu bulan setelah pembangunan, Amerika Serikat sudah melancarkan serangan ke Guadalkanal. Bahkan, lapangan terbang yang sedang dibangun oleh Jepang di Guadalkanal belum selesai dibangun ketika pasukan Amerika Serikat sudah mengepung Guadalkanal.
Hal ini hampir serupa dengan serangan Jepang pada Desember 1941 ke pangkalan militer Amerika Serikat di Pulau Wake. Pada saat itu pangkalan Amerika Serikat yang juga masih dalam tahap pembangunan secara tiba-tiba dihajar dan berhasil dikuasai oleh Jepang. Rupanya Amerika Serikat berha sil membalas apa yang Jepang lakukan kepada Pulau Wake.
3. Mengerahkan kekuatan dalam jumlah besar
Jumlah terkadang menjadi kunci kemenangan dalam pertempuran. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Sekutu yang pada saat Pertempuran Guadalkanal mengerahkan kekuatan dalam jumlah besar, bahkan melampaui jumlah pasukan yang ditempatkan oleh Jepang di Guadalkanal.
Sekitar 6,000 Marinir Amerika Serikat yang dikerahkan untuk mengepung Guadalkanal. Sedangkan dari pihak Jepang, hanya terdapat 2.000 pasukan yang ditugaskan untuk melindungi Guadalkanal pada saat itu. Kalah telak dari segi jumlah membuat Jepang tidak berhasil mempertahankan lapangan terbang Guadalkanal sehingga berhasil direbut oleh pasukan Amerika Serikat. 
Periode pertempuran berlanjut, Jepang terus menambah jumlah pasukannya dalam upaya merebut kembali Guadalkanal. Namun, upaya tersebut harus gagal karena di sisi lain Amerika Serikat juga terus meningkatkan kekuatannya di kawasan Guadalkanal.
Jepang mencapai kekuatan maksimal hingga 36.000 pasukan pada Oktober untuk merebut kembali Guadalkanal. Sedangkan Amerika Serikat hingga Januari 1943 telah menempatkan sekitar 44.000 pasukan di Guadalkanal. 
Kalahnya kekuatan armada Jepang dari Sekutu juga berkaitan dengan kekalahan Jepang pada Pertempuran Midway yang terjadi dua bulan sebelum Pertempuran Guadalkanal. Jepang telah kehilangan kapal induk Kaga, Hiryu, Soryu dan Akagi beserta 1 kapal penghancur yang tenggelam dalam pertempuran tersebut, belum termasuk banyak pesawat-pesawat Jepang yang turut hancur.
Kekalahan di Midway sangat merugikan Jepang dari segi kekuatan militer dan mental pasukan. Sosok Amerika Serikat yang awalnya terlihat mudah untuk dihajar dalam penyerbuan Pearl Harbor berubah menjadi raksasa ganas yang berhasil memukul mundur Jepang dari Midway.

4. Cuaca mendukung bagi pihak Sekutu

Pasukan Sekutu mulai mendekat ke wilayah Guadalkanal di malam hari pada 7 Agustus 1942. Beruntung bagi Sekutu, seperti dikutip dari laman Thought.co, cuaca buruk yang pada saat itu melanda Guadalkanal dan sekitarnya ternyata sukses membuat kedatangan pasukan Sekutu tidak terdeteksi oleh pasukan Jepang.
Deteksi dini adalah hal yang penting bagi setiap pertempuran. Pihak yang mampu menyembunyikan kedatangannya akan mendapat keunggulan dari sisi strategi karena pihak lawan menjadi tidak dapat memprediksi kapan dan di mana titik kedatangan pasukan lawan.
Namun, kerasnya cuaca dan lingkungan Guadalkanal nantinya justru menjadi hambatan besar bagi pasukan Sekutu dalam mempertahankan Guadalkanal. 
Laporan: Alfilia Sanjaya


Posting Komentar

0 Komentar