Ribuan Mahasiswa Perguruan Tinggi Lampung Gelar Aksi Demo Terkait Penolakan Terhadap Omnibus Law di Gedung DPRD Provinsi Lampung


 Ribuan mahasiswa Lampung gelar aksi demonstrasi terkait putusan DPRD-RI tentang Omnibus Law Cipta Kerja yang telah di sahkan 2 hari yang lalu (05/10/2020). Mahasiswa menuntut DPRD Lampung sebagai perwakilan masyarakat Lampung untuk bertemu secara langsung dan menyampaikan aspirasi mereka. Demonstrasi berlangsung ricuh, pelajar serta mahasiswa melempari batu ke arah petugas keamanan karena tidak diizinkan masuk ke halaman kantor DPRD Lampung yang telah dipasangi brikade berupa kawat berduri. Pada akhirnya peserta aksi di persilakan masuk ke halaman kantor DPRD Lampung untuk menyampaikan orasi dan aspirasinya. Namun, mereka tetap tidak diperbolehkan masuk ke dalam Kantor DPRD.


Para demonstran mulai turun ke jalaan pada pukul 8.00 wib dengan titik temu Halte Universitas Lampung dan sampai di Gedung DPRD pukul 10.00 wib. Pada pukul 16.00 terjadi kerusuhan puncak dari gesekan antara polisi dan mahasiswa karena ketua DPRD yang diharapkan mahasiswa untuk turun hanya mengutus salah satu anggotanya dengan respon yang tidak diharapkan para demonstran. enemui mereka hanya datang satu anggota saja yang ditunjuk sebagai perwakilan mereka. Polisi juga sempat menembakkan gas air mata kepada para demonstran untuk membubarkan massa. Pada akhirnya demonstrasi ini berakhir ricuh karena ada banyak mahasiswa yang terluka karena aksi ini. Selai itu aksi ini juga menimbulkan kerugian materi baik pada pihak demonstran dan juga pihak DPRD.  


Reporter: M. Zahro Wardah

Posting Komentar

0 Komentar