Polsek Wonosobo Patroli Dialogis: 132 Rumah Warga Tergenang Akibat Hujan Deras


Sumber Gambar: Tribunlampung.co.id
Rakanila.com (29/8/2025) – Curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, pada Kamis, 28 Agustus 2025 malam. Kondisi ini membuat debit air sungai meningkat dan meluap ke pemukiman, sehingga puluhan rumah warga di dua pekon terendam banjir.
Dilansir dari Tribunlampung.co.id, jajaran Polsek Wonosobo Polres Tanggamus Polda Lampung segera turun melakukan patroli dialogis dan pemantauan langsung ke lokasi. Polisi juga menjalin koordinasi dengan pemerintah pekon setempat serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus guna menyiapkan langkah-langkah penanganan.
Kapolsek Wonosobo, Iptu Tjasudin, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., menyampaikan imbauan kepada warga agar tetap siaga menghadapi potensi banjir susulan.
“Air belum menunjukkan tanda-tanda surut karena hujan masih terus turun. Jika situasi darurat, kami minta masyarakat segera mengungsi ke tempat yang aman,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pengecekan, banjir mulai masuk ke rumah penduduk sekitar pukul 19.30 WIB. Di Pekon Soponyono, sebanyak 97 rumah terendam dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa. Sementara itu, di Pekon Wayliwok tercatat 35 rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter atau setinggi paha orang dewasa.
Menurut Kapolsek, hujan deras yang berlangsung cukup lama menjadi penyebab utama banjir. Sistem drainase dan tanggul tidak mampu menampung debit air, ditambah lagi kondisi geografis Soponyono dan Wayliwok yang berada di dataran rendah serta dekat dengan tiga aliran sungai, yakni Way Ngarip, Way Liwok, dan Way Belimbing.
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus sudah menurunkan tim ke lokasi dengan membawa perahu karet untuk membantu evakuasi. Polsek Wonosobo juga berkoordinasi dengan PLN agar memadamkan sementara aliran listrik di kawasan terdampak demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Kerugian materi akibat banjir sementara diperkirakan mencapai Rp130 juta. Namun, data detail masih dalam pendataan pemerintah pekon bersama instansi terkait.
Penulis: Anika Duwi Syahraya
Penyunting: Nadia Eksa Anisa Putri